• Produk
  • Promo
  • Artikel

Uang Palsu

Uang tiruan, dibuat oleh pihak yang tidak berwenang untuk diedarkan atau telah beredar, seakan-akan sebagai alat pembayaran yang sah (counterfeit money).

Otoritas Jasa Keuangan

Uang Palsu Adalah

Uang palsu adalah mata uang tiruan yang diproduksi tanpa sanksi hukum dari negara atau pemerintah, biasanya dengan upaya yang sedemikian rupa agar penerimanya tidak dapat membedakan mana yang asli dan yang palsu. Memproduksi atau menggunakan uang palsu adalah bentuk penipuan atau pemalsuan.

Sejarah Uang Palsu

Mata uang palsu telah beredar hampir selama mata uang itu sendiri. Jauh sebelum tagihan digunakan dalam bentuk uang, pemalsu akan mengubah bentuk mata uang lain untuk mendapatkan nilai lebih dari nilai barang yang diperdagangkan.

Salah satu contoh kasus pertama dari pemalsuan uang terjadi saat koloni Amerika, ketika penduduk asli Amerika akan berdagang kerang yang dikenal sebagai wampum sebagai bentuk mata uang. Wampum ini berbentuk kerang berwarna biru kehitaman, yang jarang ditemui. Karena sifat langkanya inilah wampum memiliki nilai lebih dari kerang putih yang lainnya. Akibatnya, beberapa pedagang akan mengecat kerang putih mereka dengan warna biru-hitam dan dianggap sebagai wampum yang memiliki nilai lebih tinggi.

Kerang akhirnya diganti dengan koin yang terbuat dari emas dan perak. Setiap koin ditimbang agar sama persis, nilai koin berdasarkan beratnya. Namun, pemalsu mulai mencukur sisi koin untuk mengumpulkan logam berharga. Sebelum koin dikeluarkan dari peredaran, sekitar awal 1700-an, pemalsu telah berhasil mengurangi berat dan nilai koin asli setidaknya setengahnya.

Dampak Peredaran Uang Palsu

Uang palsu bukan hanya dapat merugikan secara individual, tetapi bisa juga mempengaruhi skala yang lebih besar. Karena dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan inflasi, karena banyaknya masyarakat yang mengira uang palsu tersebut adalah uang asli yang lambat laun akan mengacaukan ekonomi. 

Bank Indonesia (BI) memiliki perhitungan yang akurat mengenai peredaran uang di Indonesia yang bisa disesuaikan dengan kondisi moneter. Dengan Perum PERURI uang mencetak uang Rupiah, BI mendistribusikan Rupiah hingga ke pelosok. Apabila uang palsu terlalu banyak beredar di masyarakat, maka mereka dengan mudah membeli banyak barang, sementara barang kebutuhan memiliki jumlah terbatas. Seiring meningkatnya permintaan, harga barang pun jadi naik, dan lambat laun akan memicu terjadinya inflasi.

Upaya Penghentian Peredaran Uang Palsu

Bank Sentral seperti BI pun memiliki cara tersendiri untuk menekan peredaran uang palsu, misalnya saja dengan cara sosialisasi kepada pelaku bisnis mulai dari pemilik, hingga mereka yang berperan sebagai kasir, serta pengamanan lain berupa memberikan ciri khas untuk uang yang akan dicetak. 

Akan tetapi, dengan teknologi yang sudah maju, memalsukan uang fisik bukan lagi hal yang sulit, printer berkualitas super dengan harga yang murah sudah beredar di mana-mana dan dipakai oleh banyak orang. Dengan teknologi pula hal ini bisa dilawan, misalnya saja teknologi pembayaran seperti uang elektronik, serta transaksi elektronik yang pelan-pelan menggantikan uang fisik, dengan itu penyebaran uang palsu pun dapat dikurangi. 

Istilah lainnya dari Kategori Terkait

Mata Uang

"Uang dari logam."

Selengkapnya

Pasar Uang Ketat

Kondisi pasar uang yang ditandai oleh tingkat penawaran uang lebih rendah daripada permintaan yang cenderung mengakibatkan naiknya tingkat suku bunga (tight money market).

Selengkapnya

Uang Panas

Dana yang dikelola untuk tujuan spekulatif dan mendapatkan hasil yang tinggi dalam waktu yang singkat; dana tersebut akan berpindah mengikuti peminjam yang berani memberikan tingkat suku bunga yang tinggi; peminjam (misalnya bank) yang menggunakan dana ini harus berhati-hati karena dana tersebut dapat ditarik setiap saat jika pemilik dana mendapatkan tawaran dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi (hot money).

Selengkapnya

Promo Produk Keuangan Tokopedia

Lihat Semua Promo