SBN (Saving Bond Ritel)

Definisi SBN (Saving Bond Ritel)

surat berharga negara ritel, merupakan produk investasi yang diterbitkan negara untuk individu masyarakatnya.

Akseleran

Apa itu SBN (Saving Bond Ritel)?

SBN (Saving Bond Ritel) yang sering juga disebut sebagai surat berharga negara ritel, merupakan produk investasi yang diterbitkan negara untuk individu masyarakatnya. Produk ini dapat menjadi alternatif investasi yang aman, terjangkau, serta menguntungkan bagi masyarakat Indonesia. SBR dikeluarkan pemerintah agar penduduknya bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan negara. Daripada selalu bergantung dengan modal luar negeri yang dapat membuat nilai tukar rupiah melemah dan dalam jangka panjang akan menyedot devisa negara karena ada kewajiban pengiriman dividen ke negara asalnya.

promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo

Fakta SBN (Saving Bond Ritel)

1. Diterbitkan oleh pemerintah untuk bantu negara
SBN melalui produk SBR merupakan instrumen fiskal yang diterbitkan karena pemerintah membutuhkan dana tambahan untuk melakukan pembangunan negara dan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

2. Dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan
Penerbitan surat berharga negara dilakukan langsung oleh Kementerian Keuangan, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Kemenkeu akan menjalankan fungsi perencanaan struktur portofolio yang optimal, pelaksanaan penerbitan, melakukan penjualan, pembelian kembali dan penukaran, sampai pengelolaan risiko portofolio surat utang.

3. Bentuk fisiknya tidak terlihat
Berinvestasi ke produk surat utang negara seperti SBR, memang tidak ada bentuk fisiknya seperti ketika Anda berinvestasi emas atau properti. Bahkan, SBR diterbitkan tanpa warkat atau dengan kata lain scripless securities.

4. Jenis investasi dengan tingkat likuiditas sedang
Sedang karena meski dijamin oleh pemerintah, namun SBR terbilang tidak cukup likuid karena ada jangka waktu jatuh temponya. Rata-rata waktu jatuh tempo SBR adalah 2 tahun. Meski ada periode early redemption, tapi itu baru bisa Anda manfaatkan setelah satu tahun dari masa penerbitan.

5. Bisa dijadikan sebagai sumber passive income
Dengan SBR bisa mendapatkan passive income meski dengan modal minim. Contoh berdasarkan kupon seri SBR010 yang sedang dalam masa penawaran. Modal sebesar Rp 50 juta dengan nilai kupon minimal 5,10%, bisa memperoleh passive income sebesar Rp 180.625 per bulan setelah dipotong pajak sebesar 15%. Imbal hasil ini masih lebih besar dari rata-rata bunga deposito.

6. SBR bisa dibeli secara online melalui lembaga resmi
Pembelian SBR mudah karena cukup dilakukan secara online. Hanya perlu memiliki nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana, dan nomor Rekening Surat Berharga yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Data-data tersebut bisa diperoleh melalui Mitra Distribusi (Midis) yang dipilih.

Keuntungan Investasi Saving Bond Ritel (SBR)

  1. Pembayaran untuk kupon dan pokok akan ditanggung oleh undang-undang SUN yang dananya disediakan oleh APBN setiap tahunnya.
  2. Pemerintah juga menyediakan fasilitas early redemption atau sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan redemption cost sampai pada saat jatuh tempo.
  3. Bunga yang diberikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga yang diberikan oleh deposito pada umumnya.
  4. Untuk risiko gagal bayar dalam SBR sangat rendah, karena pembiayaan dijamin dan dikelola langsung oleh pemerintah.
  5. Investasi dimulai dari Rp 5 juta, sehingga masyarakat kelas menengah pun bisa ikut berinvestasi.

promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo

Istilah terkait yang ini

Mau cari istilah lain? 🔍