Reksadana Pasar Uang

Definisi Reksadana Pasar Uang

Apa itu Reksadana Pasar Uang?

Reksadana Pasar Uang adalah jenis reksadana yang menginvestasikan 100 persen uang pada instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang sendiri adalah surat berharga yang jatuh temponya di bawah satu tahun. Instrumen pasar uang memiliki beberapa jenis antara lain Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, dan Obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. 

promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo

Keuntungan Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang memiliki keuntungan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito. Return Reksadana Pasar Uang antara 6.33% sampai 7.35% per tahun posisi akhir Maret 2015. Data ini didapatkan dari kinerja Reksadana Pasar Uang di Commonwealth Bank. Suku bunga deposito tergantung lama penempatan dan jumlah dana yang ditempatkan. Penempatan 1 tahun bunganya 4.75% sampai 5.75% per tahun untuk minimum Rp 50 juta. Bunga deposito setelah dipotong pajak menjadi 3.8% sampai 4.6% setahun.

Deposito menerima minimum Rp 5 juta untuk penempatannya. Di bawah itu ditolak oleh bank. Bunga yang diterima pun paling rendah. Agar bunganya lumayan, harus ditaruh Rp 50 juta keatas. Sementara di Reksadana Pasar Uang, cukup memulai dari Rp 100 ribu. Tidak ada perbedaan return antara yang menempatkan Rp 100 ribu dan Rp 5 juta.

Bila mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, maka akan dikenakan denda sebesar 2% dari pokok. Di Reksadana Pasar Uang, dana kapan pun bisa ditarik dan tidak ada dendanya. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk pencairan dana. Prosesnya pun juga sangat mudah. Bisa dilakukan via komputer dan tidak perlu datang ke cabang bank.

Kekurangan Reksadana Pasar Uang

Meskipun memiliki resiko yang minim, bukan berarti tidak ada resiko sama sekali. Ada hal yang dipahami dari awal. Tidak semua dana Reksadana Pasar Uang ditempatkan di deposito karena sebagian dana bisa di Surat Berharga Komersial (Commercial Paper), Obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Instrumen ini punya resiko lebih besar dari deposito karena penerbit surat berharga bisa wanprestasi. Tapi, Reksadana Pasar Uang membatasi penempatan maksimum 10% di setiap instrumen.


promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo

Istilah terkait yang ini

Mau cari istilah lain? 🔍