1. Home
  2. Berawalan P
  3. Portofolio Investasi

leaf-img-left
leaf-img-right

Portofolio Investasi

"Sejumlah sekuritas yang dimiliki oleh perseorangan atau perusahaan sebagai salah satu cara penanaman modal (investment portfolio)."

Otoritas Jasa Keuangan

Apa itu Portofolio Investasi?

Portofolio Investasi adalah sekumpulan investasi yang dimiliki oleh suatu institusi ataupun perorangan. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti obligasi, reksa dana, properti, saham, dan instrumen investasi lainnya. Bagi orang-orang yang melakukan investasi saham, ada pula istilah Portofolio Saham, yaitu kumpulan aset investasi yang berbentuk saham.


Dalam portofolio, seorang investor dapat melakukan diversifikasi pada berbagai produk investasi untuk menghasilkan return yang optimal & meminimalkan risiko. Hal ini sesuai dengan nasihat untuk tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang, supaya semua telur tidak pecah jika keranjang tersebut jatuh. Dengan diversifikasi, risiko yang ditanggung dalam sebuah investasi dapat berkurang karena seluruh uang tidak dimasukkan ke satu instrumen investasi saja. Semakin banyak aktiva (keranjang), maka risikonya semakin rendah.

Pertimbangan Sebelum Menentukan Portofolio Investasi

Pembentukan sebuah Portofolio Investasi ada baiknya dikaitkan dengan:

  • Tujuan dan jangka waktu investasi

Sebelum mulai investasi, cek apa yang menjadi tujuan dalam kegiatan investasi yang kita lakukan. Misalnya, untuk mempersiapkan dana pernikahan. Dengan demikian, kita bisa memperkirakan jangka waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan uang lewat investasi dan memilih produk investasi mana yang sesuai jangka waktu tersebut.

  • Modal

Cek kembali berapa banyak modal yang kita miliki untuk investasi. Dengan modal yang terbatas, maka pilihan saham yang bisa kita beli juga lebih sedikit, belum lagi ada juga biaya trading. Meski begitu, kini bisa kita temui dengan mudah berbagai produk investasi yang memerlukan biaya yang rendah, misalkan Nabung Emas di Tokopedia bisa mulai dari Rp500 saja.

  • Profil risiko investor

Profil risiko terbagi menjadi tiga, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Investor konservatif cenderung menghindari risiko dan memilih produk investasi yang aman. Investor moderat memiliki toleransi risiko yang sedang. Sedangkan, investor agresif memiliki toleransi risiko yang tinggi karena mengejar imbal hasil yang besar. Biasanya semakin besar return suatu investasi, semakin tinggi tingkat risikonya.

Istilah lainnya dari Kategori Terkait

Istilah Populer Terbanyak Dicari

Abstrak

Promo Produk Keuangan Tokopedia

Lihat Semua Promo