• Produk
  • Promo
  • Artikel
Kamus Keuangan

Musyarakah Mutanaqisah

Akad antara dua pihak atau lebih yang berserikat atau berkongsi terhadap suatu barang yang salah satu pihak kemudian membeli bagian pihak lainnya secara bertahap. Akad ini diterapkan pada pembiayaan proyek yang dibiayai oleh lembaga keuangan dengan nasabah atau lembaga keuangan lainnya yang bagian lembaga keuangan secara bertahap dibeli oleh pihak lainnya dengan cara mencicil. Akad ini juga terjadi pada mudharabah yang modal pokoknya dicicil, sedangkan usaha itu berjalan terus dengan modal yang tetap.

Otoritas Jasa Keuangan

Apa Itu Musyarakah Mutanaqisah?

Musyarakah Mutanaqisah berasal dari akad Musyarakah atau kerjasama antar dua pihak, dan Mutanaqisah berasal dari bahasa Arab Yutanaqish yang berarti mengurangi secara bertahap. Maka, musyarakah mutanaqisah (MMQ)  adalah akad kerjasama antara dua pihak (biasanya Bank dan Nasabah), dalam kepemilikan aset atau modal salah satu pihak berkurang karena adanya pembelian secara bertahap oleh pihak lainnya. 

Ketentuan Akad Musyarakah Mutanaqisah

Menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 73/DSN-MUI/XI/2008, berikut merupakan ketentuan akad Musyarakah Mutanaqisah:

1. Akad Musyarakah Mutanaqishah terdiri dari akad Musyarakah/ Syirkah dan Bai’ (jual-beli).

2. Dalam Musyarakah Mutanaqishah berlaku hukum sebagaimana yang diatur dalam Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Musyarakah, yang para mitranya memiliki hak dan kewajiban, di antaranya: 

  • Memberikan modal dan kerja berdasarkan kesepakatan pada saat akad. 
  • Memperoleh keuntungan berdasarkan nisbah yang disepakati pada saat akad.
  • Menanggung kerugian sesuai proporsi modal. 

3. Dalam akad Musyarakah Mutanaqishah, pihak pertama (salah satu syarik, LKS) wajib berjanji untuk menjual seluruh hishshah-nya secara bertahap dan pihak kedua (syarik yang lain, nasabah) wajib membelinya. 

4. Jual beli sebagaimana dimaksud dalam angka 3 dilaksanakan sesuai kesepakatan. 

5. Setelah selesai pelunasan penjualan, seluruh hishshah LKS –sebagai syarik-- beralih kepada syarik lainnya (nasabah).

Kelebihan dan Kekurangan Musyarakah Mutanaqisah

Kelebihan akad Musyarakah Mutanaqisah:

  • Kedua belah pihak memiliki hak kepemilikan
  • Kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dari aset yang memiliki profit.
  • Tidak terpengaruh suku bunga bank konvensional.
  • Kedua belah pihak bekerjasama dalam menentukan harga aset jika disewakan.

Kekurangan akad Musyarakah Mutanaqisah:

  • Adanya pembebanan seperti pajak atau pada saat transaksi
  • Pembayaran bagi nasabah terasa berat pada tahun pertama.

Istilah lainnya dari Kategori Terkait

Musyarakah

"Penanaman dana dari pemilik dana atau modal untuk mencampurkan dana atau modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung semua pemilik dana atau modal berdasarkan bagian dana atau modal masing-masing."

Selengkapnya

Nasabah Bank

"orang yang biasa berhubungan dengan atau menjadi pelanggan bank."

Selengkapnya

Bank

“Badan usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang dalam masyarakat, terutama memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.”

Selengkapnya

Promo Produk Keuangan Tokopedia

Lihat Semua Promo