FASBI

Definisi FASBI

Fasilitas Simpanan Bank Indonesia dalam Rupiah (FASBI) adalah fasilitas yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank untuk menempatkan dananya di Bank Indonesia dalam rangka kegiatan Operasi Pasar Terbuka. Untuk Jangka waktu FASBI, ditetapkan bawah maksimum 7 (tujuh) hari dihitung dari tanggal penyelesaian transaksi sampai dengan tanggal jatuh waktu. Apabila belum tanggal jatuh waktu, FASBI tidak dapat diperdagangkan, tidak dapat diagunkan, dan tidak dapat dicairkan.

Surat Edaran No.4/ 18 /DPM (Jakarta, 18 November 2002)

Tata Cara Pelaksanaan FASBI

1. Bank Indonesia mengumumkan rencana FASBI melalui sarana ABS, PIPU atau sarana lainnya pada hari transaksi yang meliputi tingkat diskonto transaksi dan atau kuantitas yang akan ditransaksikan dan atau jangka waktu transaksi.

2. Penyediaan FASBI dimulai sejak pengumuman rencana transaksi sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan pukul 16.30 WIB. Dalam hal dianggap perlu, Bank Indonesia dapat menetapkan waktu penutupan transaksi yang lebih awal dari pukul 16.30 WIB.

3. FASBI diajukan kepada Bagian OPU-DPM, Bank Indonesia, oleh :

a. Kantor Pusat Bank: 1) bagi Bank yang berkantor pusat di wilayah Kantor Pusat Bank Indonesia (KPBI); 2) bagi Bank yang berkantor pusat di wilayah Kantor Bank Indonesia (KBI) namun tidak memiliki kantor cabang di wilayah KPBI.

b. Kantor cabang Bank yang berada di wilayah KPBI, bagi Bank yang berkantor pusat di wilayah KBI. Penunjukan kantor cabang Bank dimaksud wajib disampaikan kepada Bagian OPU-DPM, Bank Indonesia, selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum melakukan transaksi FASBI dan tetap berlaku sampai ada surat pencabutan penunjukan dimaksud.

c. Pialang yang memiliki sarana ABS.

4. Bank yang tidak memiliki ABS dapat mengajukan transaksi FASBI melalui Bank atau Pialang. Bank dimaksud wajib menyampaikan konfirmasi kepada Bagian OPU selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) menit setelah batas waktu penyediaan FASBI sebagaimana dimaksud angka

1 melalui Reuters Monitoring Dealing System (RMDS) atau telepon yang ditegaskan dengan faksimili dengan menggunakan formulir yang telah disediakan.

5. Pengajuan FASBI bersifat final dan tidak dapat dibatalkan.

6. Pengajuan FASBI mencakup kuantitas dan tingkat diskonto menurut jangka waktu.

7. Bank atau Pialang bertanggung jawab atas kebenaran data transaksi FASBI yang diajukan, dan 

Pialang dilarang mengajukan untuk kepentingan diri sendiri.

8. Pengajuan kuantitas transaksi yang diajukan sekurang-kurangnya Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan selebihnya dengan kelipatan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) untuk setiap jangka waktu.

9. Bank Indonesia mengumumkan transaksi FASBI yang diterima kepada Bank dan Pialang melalui sarana ABS.

promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo

promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo
promo

Istilah terkait yang ini

Mau cari istilah lain? 🔍