• Produk
  • Promo
  • Artikel
Kamus Keuangan

Bea Meterai

"Pajak atas tanda bukti suatu perbuatan yang dilunasi, misalnya dengan kertas meterai atau meterai tempel (stamp duty)."

Otoritas Jasa Keuangan

Apa itu Bea Meterai?

Bea Meterai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen yang bersifat perdata dan dokumen untuk digunakan di dalam pengadilan. Dokumen yang bisa dikenai bea meterai adalah dokumen berbentuk surat yang memuat jumlah uang, dokumen yang bersifat perdata, dan dokumen yang digunakan di muka pengadilan, misalnya dokumen kontrak pengadaan perlengkapan kantor dan dokumen perjanjian pembangunan gedung kantor.

Nilai bea meterai yang berlaku adalah Rp3.000 dan Rp6.000 sesuai jenis dokumen yang dikenai bea dan penggunaan dokumen. Pembayaran bea meterai dilakukan terlebih dahulu daripada saat terutang.

Jenis Bea Meterai

  1. Benda meterai adalah meterai tempel dan kertas meterai yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia.
  2. Pemeteraian kemudian adalah pelunasan bea meterai yang dilakukan oleh pejabat pos atas dokumen dengan bea meterai yang belum dilunasi.

Subjek Bea Meterai

Berikut ini adalah subjek bea meterai:

  1. Pihak yang menerima atau memperoleh manfaat dari dokumen yang bersangkutan, kecuali jika pihak-pihak tersebut menentukan lain.
  2. Dalam hal dokumen dibuat sepihak, bea meterai terutang oleh penerima. Misalnya pada kuitansi.
  3. Dalam hal dokumen dibuat oleh 2 pihak atau lebih, maka masing-masing pihak terkait terutang bea meterai. Misalnya pada surat perjanjian di bawah tangan.

Objek Bea Meterai

Berikut ini adalah dokumen yang dikenakan bea meterai, yaitu:

  1. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya (surat kuasa, surat hibah, dan surat pernyataan) yang dibuat sebagai alat pembuktian atas perbuatan, kenyataan, atau keadaan yang bersifat perdata.
  2. Akta-akta notaris dan salinannya.
  3. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan rangkap-rangkapnya.
  4. Surat yang memuat jumlah uang di atas Rp250.000:
    1. Yang menyebutkan penerimaan uang.
    2. Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank.
    3. Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank.
    4. Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.
    5. Lebih dari Rp250.000 sampai dengan Rp1.000.000 akan dikenakan bea meterai Rp3.000.
    6. Lebih dari Rp1.000.000 akan dikenakan bea meterai Rp6.000.
  5. Surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep, yang harga nominalnya di atas Rp250.000.
    1. Di atas Rp250.000 sampai dengan Rp1.000.000 akan dikenakan bea meterai Rp3.000.
    2. Di atas Rp1.000.000 akan dikenakan bea meterai Rp6.000.
    3. Jika harga nominal dinyatakan dalam mata uang asing, maka harga nominal harus dikalikan dengan Kurs Menteri Keuangan.
  6. Dokumen yang digunakan sebagai alat pembuktian dalam pengadilan, yaitu:
    1. Surat-surat biasa dan surat kerumahtanggaan.
    2. Surat-surat yang awalnya tidak dikenakan bea meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain atau oleh orang lain, selain dari tujuannya semula.
    3. Jika dokumen awalnya tidak terutang bea meterai, tetapi kemudian digunakan sebagai alat pembuktian di pengadilan, maka harus dilakukan pemeteraian kemudian.

Istilah lainnya dari Kategori Terkait

Kawasan Pabean

"Kawasan instansi (jawatan, kantor) yang mengawasi, memungut, dan mengurus bea masuk (impor) dan bea keluar (ekspor), baik melalui darat, laut, maupun melalui udara."

Selengkapnya

Pajak

"/pa·jak/"

Selengkapnya

Wajib Pajak

“Subjek yang diwajibkan untuk membayar pajak, misalnya pajak atas kekayaan yang dimilikinya dan atas pendapatan atau laba yang diperolehnya (tax payer).”

Selengkapnya

Promo Produk Keuangan Tokopedia

Lihat Semua Promo